YayBlogger.com
BLOGGER TEMPLATES

Laman

Tampilkan postingan dengan label Poem's anthology. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Poem's anthology. Tampilkan semua postingan

Rabu, 18 Maret 2015

Petrichor


Hujan rindu itu menganak sungai
Pada kenangan yang terbengkalai
Pada luka yang telah benyai
Disana, potret dewi lara terbingkai

Senin, 16 Maret 2015

Pulanglah, putri


Pulanglah putri, pesta telah usai
Kembalilah ke singgasana
Dimana renung biasa kau tuai
Lupakan dansa dan pangeran istana

Senin, 02 Maret 2015

Perindu terhormat



Ini satu rindu kuterbangkan lirih bersama do’a
Tidak seperti rindu di malam-malam sebelumnya
Yang histeris meraungkan satu nama penuh benci
Tajam mencabik lalu beringas

Senin, 02 Februari 2015

Ilusi yang mengabadi

Kau tanya aku siapa, kutanya kau siapa
ketidakjelasan ini, siapa yg peduli?
sejarahpun takkan tahu kisah ini benar ada
kita sepasang ilusi yang mengabadi

Minggu, 01 Februari 2015

Rindu yang bersalah

Dan lagi kali ini,
terbangun di minggu sore, saat matahari mulai memerah
bungkam dalam gelap, terpaku kemudian
hening dalam pekatnya sisi kamar
hanya diselingi suara dari baling-baling kipas tua

Aku memimpikannya lagi..

Selasa, 27 Januari 2015

Bingkai ilusi

Teriris, melihat bulirmu jatuh dari mata
namun bukan itu yang paling melukaiku
melainkan jemari yang tak mampu menyeka, apalagi menggenggammu

Selasa, 06 Januari 2015

Aku, kau dan ibumu

Aku
Wanita yang takkan pernah menjadi favorit Ibumu
Dan kini
Kau juga bahkan tak mau menatap mataku

Senin, 05 Januari 2015

Hingga syahadat terakhir

Tentang lisan yang amat sulit menjabarkan
Seberapa menyesakkan rindu dalam diam itu sendiri
Sesekali bising sepotong hati memaki
Mempertanyakan dimana kepingannya berada

Selasa, 30 Desember 2014

Rasa


Ketukan hujan malam ini cukup mengusik kesunyian yang ada
Namun kehadiran rasa itu jauh lebih mengusik
Rasa yang belakangan sering hadir di malam-malam penghabisan tahun
Yang tiba-tiba menggeliat didetik yang hampir sama disetiap malamnya
Membuncah namun cacat
Tanpa nama, tanpa karena, tanpa balas
Tak mampu dideteksi apa dan bagaimana, juga mengapa

Rabu, 17 Desember 2014

Rindu bersajak

Malu
Tertangkap basah sendiri oleh hati
Naif aku merindumu
"Ya, Aku benar merindukannya."Lirihku
Sangat, masih sangat rindu

Kamis, 04 Desember 2014

Jadi, Terima Kasih.



Aku terlambat untuk memahami, bahwa cinta ternyata bukan hanya tentang menerima, namun juga merelakan.
Aku yang dulunya sulit membedakan antara memperjuangkan dan memaksakan.
Aku yang sempat menyalahkannya atas kebodohan yang kubuat sendiri.
Aku yang terlalu percaya bahwa dia takkan pernah pergi dariku.